Inovasi Pemanfaatan STB Bekas sebagai Server, Fasilkom Universitas Narotama Gelar Pelatihan Berbasis Project-Based Learning di SMKN 1 Surabaya
21 Oktober 2026, 19:43:38 Dilihat: 21x
Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama menyelenggarakan pelatihan Project-Based Learning (PBL) bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Surabaya pada 8 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi kerja sama berkelanjutan antara Fasilkom Universitas Narotama dan SMKN 1 Surabaya dalam meningkatkan kompetensi teknologi informasi peserta didik.
Pelatihan tersebut melibatkan enam dosen dan delapan mahasiswa Fasilkom Universitas Narotama yang diketuai oleh Bapak Agung Widodo, S.T, M.T, yang juga merupakan dosen fakultas ilmu komputer dan juga disaksikan oleh sejumlah guru serta kepala sekolah SMKN 1 Surabaya.
Berbeda dengan seminar konvensional, pelatihan ini mengedepankan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta terlibat secara langsung dalam proses penerapan teknologi. Materi yang diberikan berfokus pada pemanfaatan Set-Top Box (STB) bekas menjadi server sederhana untuk menyimpan data, khususnya rekaman kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV).
Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama sekaligus Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fasilkom, Latipah, S.T., M.IT., menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam memahami dan menerapkan teknologi server dengan memanfaatkan perangkat yang mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga.
Menurutnya, pemilihan STB bekas didasarkan pada ketersediaan perangkat, kemudahan memperolehnya, serta potensi pemanfaatannya sebagai alternatif infrastruktur penyimpanan data yang ekonomis.
“STB bekas yang selama ini mungkin dianggap tidak terpakai ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi server. Dalam pelatihan ini, siswa mempraktikkan secara langsung bagaimana perangkat tersebut digunakan untuk menyimpan rekaman CCTV,” jelasnya.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai server, tetapi juga berkesempatan mengamati hasil penerapan teknologi secara langsung. Tim Fasilkom turut membawa perangkat pendukung, termasuk CCTV, sehingga proses demonstrasi dan praktik dapat berlangsung secara konkret.
Inisiatif ini sekaligus memperkenalkan pendekatan pemanfaatan kembali perangkat elektronik yang masih memiliki nilai guna. Selain memberikan alternatif teknologi berbiaya relatif rendah, kegiatan tersebut juga menumbuhkan kesadaran mengenai potensi penggunaan kembali perangkat elektronik sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah teknologi.
Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan pelatihan. Para siswa menunjukkan ketertarikan ketika mengetahui bahwa STB yang selama ini lebih dikenal sebagai perangkat pendukung layanan televisi atau internet dapat dikembangkan menjadi server untuk kebutuhan penyimpanan data.
Pendekatan Project-Based Learning memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga mendorong keterampilan teknis, pemecahan masalah, dan pemahaman terhadap penerapan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Latipah menyampaikan bahwa materi pelatihan disusun secara mandiri oleh tim Fasilkom dengan mempertimbangkan kebutuhan perkembangan teknologi dan karakteristik program keahlian di sekolah mitra.
Menurutnya, topik pelatihan dapat disesuaikan dengan jurusan dan kebutuhan masing-masing sekolah. Saat ini, teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi bidang yang banyak diminati karena relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi digital.
Pelatihan di SMKN 1 Surabaya merupakan bagian dari agenda pengabdian kepada masyarakat yang secara rutin dilaksanakan Fasilkom Universitas Narotama. Kerja sama dengan sekolah tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun, dengan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan setiap semester dan mengangkat topik berbeda sesuai kebutuhan.
Latipah menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas akses pengetahuan dan keterampilan teknologi kepada masyarakat, termasuk peserta didik pendidikan menengah kejuruan.
Melalui kolaborasi ini, perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra strategis sekolah dalam memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi yang dapat mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia kerja dan tantangan transformasi digital.
Keikutsertaan guru dan kepala sekolah dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi serta memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua institusi.
Ke depan, Fasilkom Universitas Narotama berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah menengah kejuruan, termasuk sekolah yang belum memiliki kerja sama dengan Universitas Narotama. Perluasan jangkauan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak siswa untuk memperoleh pengalaman belajar teknologi secara langsung.
Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, program kerja sama antara Fasilkom Universitas Narotama dengan SMK diharapkan dapat menjadi sarana penguatan branding institusi sekaligus mendukung strategi pemasaran Universitas Narotama. Melalui pelatihan berbasis praktik yang relevan dengan perkembangan teknologi, Universitas Narotama dapat memperkenalkan kualitas kompetensi dosen, inovasi pembelajaran, serta kontribusi nyata perguruan tinggi kepada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Interaksi langsung tersebut diharapkan mampu membangun persepsi positif dan meningkatkan ketertarikan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan demikian, kemitraan dengan SMK tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi promosi yang berkelanjutan dalam memperluas jangkauan informasi dan menjaring calon mahasiswa potensial.
Sebagai tindak lanjut dari agenda pengabdian tersebut, Fasilkom juga telah merencanakan pelatihan lanjutan di lingkungan Universitas Narotama dengan cakupan peserta yang lebih luas, yang direncanakan melibatkan sejumlah SMK.
Melalui program yang berkelanjutan dan materi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Fasilkom Universitas Narotama berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi digital siswa, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara kreatif, ekonomis, dan berkelanjutan.