Apresiasi Kiprah Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum, Ikatan Alumni Magister Kenotariatan Universitas Narotama Hadirkan Inagurasi dan Bedah Empat Buku Rujukan Kenotariatan
11 Juni 2026, 12:19:17 Dilihat: 85x
Ikatan Alumni Magister Kenotariatan Universitas Narotama (IKANOTAMA) menggelar acara bertajuk “Berkarya untuk Negeri: Tribute 65 Tahun Dr. Habib Adjie” di Plaza Gedung E Universitas Narotama, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan alumni, akademisi, notaris, dan pejabat pembuat akta tanah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi panjang Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum., yang selama puluhan tahun berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan praktik kenotariatan di Indonesia.
Ketua IKANOTAMA, Amadeo Tito Sebastian, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rasa hormat dan terima kasih alumni kepada sosok Dr. Habib Adjie yang tidak hanya dikenal sebagai akademisi, tetapi juga guru dan mentor bagi banyak notaris di Indonesia.
“Bagi kami, beliau bukan sekadar dosen atau akademisi. Beliau adalah guru dalam kehidupan kenotariatan. Pengabdian beliau sudah malang melintang di dunia kenotariatan di seluruh Indonesia. Karena itu, padahal momentum usia ke-65 tahun ini kami ingin memberikan penghormatan atas kiprah dan dedikasinya,” ujarnya.
Menurut Tito, kegiatan tersebut mengundang alumni Magister Kenotariatan Universitas Narotama mulai Angkatan 1 hingga Angkatan 31. Sebanyak 132 alumni hadir dalam kegiatan tersebut, ditambah berbagai tokoh penting di antaranya Pembina Yayasan Pawiyatan Gita Patria Yatiningsih Madjid, S.H., M.H, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Notaris Indonesia (INI), Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn., M.H., AllArb., serta Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Dr. Sri Wahyu Jatmikowati, S.H., M.H., AllArb.
Selain seremoni penghormatan, acara juga diisi dengan bedah empat buku karya Dr. Habib Adjie yang melibatkan para akademisi dan praktisi kenotariatan sebagai elaborator.
Melalui forum tersebut, para peserta diajak menelaah pemikiran, gagasan, serta kontribusi intelektual Dr. Habib Adjie terhadap perkembangan hukum kenotariatan di Indonesia.
Tito mengaku antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi panitia. Selain alumni IKANOTAMA, kegiatan juga dihadiri peserta umum dan sejumlah pengurus organisasi profesi dari berbagai daerah.
“Banyak ketua daerah yang hadir, mulai dari pengurus IPPAT Surabaya, INI Jombang, INI Bojonegoro, dan berbagai daerah lainnya. Antusiasme peserta sangat besar dan di luar ekspektasi kami,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Universitas Narotama, Dr. M. Saleh, S.H., M.H., yang mewakili Rektor Universitas Narotama, menilai kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda kampus.
“Hari ini bukan hanya kegiatan Universitas Narotama, tetapi kegiatan yang memiliki nilai nasional. Sosok Dr. Habib Adjie telah menunjukkan bagaimana karya tulis dan buku dapat menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu hukum di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak kurang dari 90 buku karya Dr. Habib Adjie telah diterbitkan dan menjadi rujukan bagi akademisi maupun praktisi hukum di Indonesia.
Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menghadirkan tantangan baru bagi dunia kenotariatan.
Karena itu, pendidikan tinggi hukum harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar profesi.
“Notaris ke depan harus semakin selektif dan cermat dalam menjalankan kewenangannya. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan integritas dan kompetensi,” tegasnya.
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Narotama, Dr. Nynda Fatmawati Octarina, S.H., M.H.,M.Kn menyampaikan bahwa Dr. Habib Adjie merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia kenotariatan Indonesia.
Menurutnya, karya-karya Dr. Habib Adjie telah menjadi rujukan utama bagi notaris maupun calon notaris di berbagai daerah.
“Beliau merupakan salah satu tokoh hukum kenotariatan Indonesia yang karya-karyanya menjadi referensi penting bagi banyak notaris dan calon notaris. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi beliau dalam pengembangan ilmu kenotariatan dan kontribusinya sebagai akademisi, ungkapnya".
Ia menambahkan bahwa pemikiran Dr. Habib Adjie yang kritis terhadap praktik kenotariatan menjadi sumbangsih besar bagi perkembangan ilmu hukum di Indonesia. Karena itu, meskipun secara administratif telah memasuki masa purna tugas, gagasan dan kontribusi beliau diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Kami berharap pemikiran, cara pandang, dan kontribusi beliau terhadap perkembangan hukum kenotariatan tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan akademik yang berkelanjutan, akan lahir generasi notaris yang berintegritas, profesional, serta menjunjung tinggi kode etik profesi,” jelasnya.
IKANOTAMA berkomitmen terus berperan aktif dalam pengembangan kapasitas dan kompetensi alumni melalui berbagai kegiatan keilmuan.
Tito menjelaskan bahwa organisasi alumni tersebut secara rutin menyelenggarakan diskusi, pelatihan, serta program “Sinau Bareng” untuk membantu alumni menghadapi berbagai ujian profesi kenotariatan, mulai dari ujian PPAT, ujian kode etik, hingga ujian Anggota Luar Biasa (ALB).
“IKANOTAMA sejak awal dikenal sebagai pelopor kegiatan sinau bareng bagi alumni kenotariatan. Semangat saling mendukung dan berbagi ilmu inilah yang terus kami jaga,” katanya.
Ia berharap IKANOTAMA tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi rumah bersama yang mampu mendukung pengembangan profesionalisme notaris Indonesia.
“Semoga IKANOTAMA bukan sekadar perkumpulan alumni, tetapi menjadi rumah bagi para alumni untuk tumbuh bersama, saling mendukung, serta melahirkan notaris yang berintegritas, profesional, dan amanah,” pungkasnya.